Kamis, 03 Mei 2018

GARAM ASAM -BASA

15.10.  Asam-Basa Garam
               Seperti yang didefinisikan dalam Bagian 4.3, garam adalah senyawa ionik yang dibentuk oleh reaksi antara asam dan basa. Garam adalah elektrolit kuat yang benar-benar berdisosiasi menjadi iondalam air. Istilah hidrolisis garam menggambarkan reaksi anion atau kationgaram, atau keduanya, dengan air. Hidrolisis garam biasanya mempengaruhi pH larutan.

Garam Yang Menghasilkan reaksi  Netral
 
               Secara umum benar bahwa garam mengandung ion logam alkali atau ion logam alkali tanah (kecuali Be21) dan basa konjugat dari asam kuat (misalnya, Cl2, Br2, dan NO3 2) tidak mengalami hidrolisis sampai batas yang cukup besar, dan solusinya diasumsikan   netral. Misalnya, ketika NaNO3, garam yang dibentuk oleh reaksi NaOH dengan HNO3, larut dalam air, ia terdisosiasi sepenuhnya sebagai berikut:
 
                                                                 H2O
NaNO3(s)   Na+(aq) + NO3- (aq)

Ion Na+  terhidrasi tidak menyumbangkan atau menerima ion H+.  Ion NO3- adalah konjugasi
dasar asam kuat HNO3,  dan tidak memiliki afinitas untuk ion H+.  Karena itu, larutan yang mengandung ion Na+ dan NO3- netral, dengan pH sekitar 7.
 

Reaksi dasar Produk Garam
        Larutan garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah adalah basa. Contohnya, disosiasi natrium asetat (CH3COONa) dalam air diberikan oleh :
                                                                 H2O
CH3COONa(s)     Na+(aq) + CH3COO-(aq)
 
        Ion Na+ terhidrasi tidak memiliki sifat dasar asam. Namun, basa konjugat dari CH3COOH asam lemah dan karenanya memiliki affi nity untuk ion H+. Reaksi hidrolisis diberikan oleh
CH3COO-(aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) +OH-(aq)
 
               Karena reaksi ini menghasilkan ion OH2, reaksi natrium asetat akan menjadi dasar.
Konstanta kesetimbangan untuk reaksi hidrolisis ini sama dengan ionisasi basa ekspresi konstan untuk CH3COO-,  jadi dapat kita tuliskan : (lihat halaman 681)
 
 
Karena setiap ion CH3COO - yang menghidrolisis menghasilkan satu ion OH-, maka konsentrasinya OH-  pada kesetimbangan sama dengan konsentrasi CH3COO - yang dihidrolisis.Kita bisa mendefinisikan persen hidrolisis sebagai

Perhitungan berdasarkan hidrolisis CH3COONa diilustrasikan dalam Contoh 15,13. Dalam memecahkan masalah hidrolisis garam, kami mengikuti prosedur yang sama yaitu asam lemah dan basa lemah.
Garam yang menghasil reaksi Asam
Ketika garam berasal dari asam kuat seperti HCl dan basa lemah seperti NH3 larut dalam air, larutannya menjadi asam. Misalnya, perhatikan prosesnya
Ion Cl-,  menjadi basa konjugat dari asam kuat, tidak memiliki afinitas untuk H+ dan tidak kecenderungan untuk menghidrolisis. Ion ammonium NH4+  adalah asam konjugasi lemah dari basa lemah NH3 dan terionisasi sebagai berikut:
 


atau sederhananya.
NH4  + (aq) NH3(aq) + H+(aq)
Perhatikan bahwa reaksi ini juga mewakili hidrolisis ion NH4+. Karena ion H+ diproduksi, pH larutan menurun. Konstanta kesetimbangan (atau ionisasi konstan) untuk proses ini diberikan oleh
 
 

dan kita dapat menghitung pH larutan amonium klorida setelah melihat langkah  yang digunakan dalam Contoh 15.13. Pada prinsipnya, semua ion logam bereaksi dengan air untuk menghasilkan larutan asam. Namun, karena tingkat hidrolisis paling menonjol untuk yang kecil dan tinggi kation logam bermuatan seperti Al3+, Cr3+, Fe3+, Bi3+, dan Be2+, kita umumnya mengabaikan interaksi yang relatif kecil dari ion logam alkali dan sebagian besar ion logam alkali tanah dengan air. Ketika aluminium klorida (AlCl3) larut dalam air, ion Al3+ mengambil bentuk terhidrasi Al (H2O)63+ (Gambar 15.7). Mari kita perhatikan satu ikatan antara ion logam dan atom oksigen dari salah satu dari enam molekul air di Al (H2O) 63+ .
 
Ion Al3+ bermuatan positif menarik kerapatan elektron ke arah itu sendiri, meningkatkanpolaritas ikatan OOH. Akibatnya, atom H memiliki kecenderungan yang lebih besarterionisasi dari pada molekul air yang tidak terlibat dalam hidrasi. Ionisasi yang dihasilkan proses dapat ditulis sebagai
Konstanta kesetimbangan untuk hidrolisis kation logam diberikan oleh
dan seterusnya. Namun, umumnya cukup hanya memperhitungkan tahap pertama hidrolisis saja.
Tingkat hidrolisis terbesar terjadi pada  ion yang paling kecil dan paling tinggi muatannya karena "padat"  ion bermuatan tinggi lebih efektif dalam polarisasi O−H ikatan dan memfasilitasi ionisasi. Inilah sebabnya mengapa ion yang relatif besar dengan muatan rendah seperti itu karena Na+ dan K+ tidak mengalami hidrolisis yang berarti.
 
Garam hidrolisis yang baik untuk kation dan anion
               Sejauh ini kita telah mempertimbangkan garam di mana hanya satu ion yang mengalami hidrolisis. Untuk garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah, baik kation maupun anion menghidrolisis. Namun, apakah larutan yang mengandung garam seperti itu bersifat asam, basa, atau netral tergantung pada kekuatan relatif dari asam lemah dan basa lemah.Karena matematika yang terkait dengan jenis sistem ini agak terlibat, kita akan fokus untuk membuat prediksi kualitatif tentang solusi ini berdasarkan hal-hal berikut:
Ø  Kb>Ka , Jika Kb untuk anion lebih besar dari Ka untuk kation, maka solusinya harus dasar karena anion akan terhidrolisis ke tingkat yang lebih besar daripada kation.Pada kesetimbangan, akan ada lebih banyak ion OH- dari ion H+.
Ø  Kb<Ka , Sebaliknya, jika Kb untuk anion lebih kecil dari Ka untuk kation, makalarutan akan bersifat asam karena hidrolisis kation akan lebih luas daripada anion hidrolisis.
Ø  KbKa , kira-kira sama dengan Kb, reaksinyaa hampir netral
 
Tabel 15.7 merangkum perilaku dalam larutan garam yang dibahas dalam hal ini bagian.
Contoh 15.14 mengilustrasikan bagaimana memprediksi sifat asam-basa dari larutan garam.
 
 
 
:
 
.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA


Pengembangan Media Pembelajaran dalam konteks Pembelajaran Kimia
Semakin sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Metamorfosis dari perpustakaan yang menekankan pada penyediaan media cetak, menjadi penyediaan-permintaan dan pemberian layanan secara multi-sensori dari beragamnya kemampuan individu untuk mencerap informasi, menjadikan pelayanan yang diberikan mutlak wajib bervariatif dan secara luas.Selain itu,dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi, serta diketemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas pula.
Karena memang belajar adalah proses internal dalam diri manusia maka guru bukanlah merupakan satu-satunya sumber belajar, namun merupakan salah satu komponen dari sumber belajar yang disebut orang. AECT (Associationfor Educational Communication and Technology) membedakan enam jenis sumber belajar yang dapat digunakan dalam proses belajar, yaitu:
1.      Pesan   : didalamnya mencakup kurikulum (GBPP) dan mata pelajaran.
2.      Orang  : didalamnya mencakup guru, orang tua, tenaga ahli, dan sebagainya.
3.      Bahan  :merupakan suatu format yang digunakan untuk menyimpan pesan   pembelajaran,seperti buku paket, buku teks, modul, program video, film, OHT(over    head transparency), program slide,alat peraga dan sebagainya (biasa disebut software).
4.      Alat; yang dimaksud di sini adalah sarana (piranti, hardware) untuk menyajikan bahan pada butir 3 di atas. Di dalamnya mencakup proyektor OHP, slide, film tape recorder, dan sebagainya.
5.      Teknik; yang dimaksud adalah cara (prosedur) yang digunakan orang dalam membeikan pembelajaran guna tercapai tujuan pembelajaran. Di dalamnya mencakup ceramah,permainan/simulasi, tanya jawab, sosiodrama (roleplay), dan sebagainya.
6.      Latar (setting) atau lingkungan; termasuk didalamnya adalah pengaturan ruang, pencahayaan, dan sebagainya.
Bahan dan  alat yang kita kenal sebagai software dan hardware tak lain adalah media pendidikan.

Kita sudah mengetahui bahwa banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar kimia. Oleh karena itu sebaiknya kita membuat pengembangan media pembelajaran kimia yang tujuannya memeprmudah siswa dalam mempelajari  kimia.
Secara umum media mempunyai kegunaan:
1.      Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
2.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.
3.      Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.
4.      Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori & kinestetiknya.
5.      Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama.
Beberapa media yang dapat kita terapkan dalam pelajaran kimia antara lain sebagai berikut :
1.      Poster
Poster mampu memperngaruhi perilaku, sikap, dan tata nilai masyarakat untuk berubah atau melakukan   sesuatu. Hal yang membuat poster memiliki kekuatan untuk dicerna oleh orang yang melihat, karena poster lebih menonjolkan kekuatan pesan, visual, dan warna. Hal tersebut sesuai dengan pandangan Nana Sudjana (2005:51) bahwa poster adalah media yang mengkombinasikan antara visual dari rancangan yang kuat dengan warna serta pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti dalam ingatannya.
2.      Flipchart
Flipchart dalam pengertian sederhana adalah lembaran-lembaran kertas menyerupai album atau kalender berukuran 50 x 75 cm, atau ukuran yang lebih kecil 21 x 28 cm sebagai flipbook yang disusun dalam urutan yang diikat padfa bagian atasnya. Dalam penggunaannya dapat dibalik jika pesan pada lembaran depan sudah ditampilkan dan digantikan dengan lembar berikutnya yang sudah disediakan. Flipchart hanya cocok untuk digunaka di kelompok kecil yaitu 30 orang. Sedangkan flipbook untuk 4-5 orang. Flipchart merupakan salah satu media cetakan yang sangat sederhana dan cukup efektif.Flipchart cukup efektif karena dapat dijadikan sebagai media (pengantar) pesan pembelajaran yang secara terencana ataupun secara langsung disajikan pada flipchart. Indicator efektif adalah tercapainya tujuan atau kompetensi yang sudah direncanakan. Penggunaan flipchart merupakan salah satu cara guru dalam menghemat waktunya untuk menulis di papan tulis.
3.      Bagan
Bagan menurut Nana Sudjana ( 2005:27 ) adalah kombinasai antara media grafis, gambar, dan foto yang dirancang untuk memvisualisasikan secara logis dan teratur mengenai fakta pokok atau gagasan. Sebagai media visual, bagan merupakan media yang membantu menyajikan pesan pembelajaran melalui visualisasi dengan tujuan metri yang kompleks dapat disederhanakan sehingga siswa nudah untuk mencerna model-model tersebut.
Kegunaan bagan adalah untuk menunjukan hubungan, keterkaitan, perbandingan, jumlah yang relative, perkembangan tertentu, proses tertentu, mengklasifikasikan, dan pengorganisasian.
4.      Grafik
Secara sederhana grafik dapat diartikan sebagai media yang memvisualisasikan data-data dalam bentuk angka. Grafik menggambarkan hubungan satu dua atau lebih data atau grafik dengan data yang swama menggambarkan hubungan penting dari suatu data. Tujuan pembuatan grafik adalah menunjukan perbandingan, informasi, kualitatif dengan cepat serta sederhana.
5.      Komik
Komik dapat didefinisikan sebagai bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan menerapkan suatu cerita dalam urutan yang erat hubungannya dengan gambar dan dirancang memberikan hiburan kepada para pembaca.
Media Foto
Foto merupakan salah satu media pembelajaran yang cukup popular dan sudah lama digunakan dalam pembelajaran. Hal ini karena foto cukup praktis, sederhana, mudah digunakan tidak membutuhkan alat proyeksi dan tidak membutuhkan peralatan tambahan. Media foto termasuk kategori gambar diam ( still picture ) artinya sajian visual dalam foto tidak bergerak. Foto dapat digunakan dalam pembelajaran secara individual, kelompok kecil atau kelompok besar.
Overhead Projector
Pada dasrnya OHP ( overhead projector ) berguna untuk memproyeksikan transparankearah layar yang jaraknya relative pendek, dengan hasil gambar atau tulisan yang cukup besar. Projector ini direncanakan dibuat untuk digunakan oleh guru di depan kelas dengan penerangan yang normal, sehingga tetap terjadi komunikasi antara guru dengan siswa.
Media Audio
1)        Alat perekam
Alat perekam berfungsi untuk memperdengarkan audio ( player ) pada umumnya menggunakan tape yang menggunakan kaset. Sesuai dengan perkembangan teknologi sekarang sudah banyak alat perekam audio, seperti ipod, mp3, dan lain-lain. Materi pelajaran terlebih dahulu disiapkan kemudian direkam dan disajikan baik dikelas classical dengan jumlah siswa banyak maupun untuk belajar secara mandiri. Materi pelajaran yang dapat disajikan diantaranya : ppembelajaran musik literacy ( pembacaan sajak ), pembelajaran bahasa asing, dan lain-lain.
2)      Laboratorium bahasa
Laboratorium bahasa adalah alat untuk melatih siswa mendengarkan dan berbicara dalam bahasa asing dengan jalan menyajikan materi pelajaran yang disiapkan sebelumnya, media yang digunakan adalah alat perekam.
Multimedia projector
Kini, hampir sebagian besar pasar projector dikuasai oleh projector digital. Mulai dari yang berteknologi LCD ( Liquid Crystal Display ), DLP ( digital Light Processing ), sampai tenologi terbaru yang kini tengah beranjak popular, LCOS ( Liquid Crystal On Single Crystal Silicon ). Tidak heran, karena projector digital ini memang bobotnya relative ringan, dan harganya pun relative jauh dibawah projector CRT. Untuk melakukan mengajar sudah sangat memungkinkan guru untuk menggunakan multimedia projector atu lebih dikenal dengan LCD projector.
Multimedia projector adalah sebuah alat proyeksi yang mampu menampilkan unsure-unsur media seperti gambar, teks, video, animasi, video baik secara terpisah maupun gabungan diantara unsure-unsur media tersebut dapat dikoneksikan dengan perangkat elektronika lainnya seperti computer, video player, dan lain-lain. Yang dapat digunakan untuk kegiatan presentasi, pembelajaran, pemutaran film, dan lain-lain




Jumat, 20 April 2018


Keprihatinan Persoalan Pembelajaran Kimia
Persoalan pembelajaran kimia yang sering saya temui dan bahkan sudah menjadi pengalaman saya sendiri ketika duduk dibangku SMA yaitu banyak guru kimia yang masih belum paham mengenai apa yang sedang ia jelaskan. Sehingga ketika ditanya diakhir pembelajaran guru tidak dapat menjawab dan bahkan ada guru yang marah jika ada yang bertanya. Banyak juga ditemui guru kimia yang pintar kimia tetapi tidak bisa menjelaskan kepada peserta didiknya. Pada saat kegiatan belajar mengajar kimia banyak keluhan yang dialami oleh peserta didik. Keluhan itu sendiri berasal dari guru yang seringkali menjelaskan salah konsep dan ketika disanggah malah menjadi marah.  Keluhan-keluhan tersebut menjadi kesulitan belajar bagi peserta didik.
Materi Pelajaran Kimia di SMA banyak berisi konsep-konsep yang cukup sulit untuk difahami peserta didik, karena menyangkut reaksi-reaksi kimia dan hitungan-hitungan serta menyangkut konsep-konsep yang bersifat abstrak dan dianggap oleh siswa merupakan materi yang relatif baru dan belum pernah diperolehnya ketika di SMP. Dalam proses pembelajaran kimia di beberapa sekolah selama ini terlihat kurang menarik, sehingga siswa merasa jenuh dan kurang memiliki minat pada pelajaran kimia, sehingga suasana kelas cenderung pasif, sedikit sekali peserta didik yang bertanya pada guru meskipun materi yang diajarkan belum dapat dipahami. Dalam pembelajaran seperti ini mereka akan merasa seolah-olah dipaksa untuk belajar sehingga jiwanya tertekan. Keadaan demikian menimbulkan kejengkelan, kebosanan, sikap masa bodoh, sehingga perhatian, minat, dan motivasi siswa dalam pembelajaran menjadi rendah. Hal ini akan berdampak terhadap ketidaktercapaian tujuan pembelajaran kimia.
Kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik ketika belajar kimia seringkali yang menjadi sumber utamanya adalah guru. model pembelajaran yang sering diterapkan guru seringkali dengan metode ceramah dan ceramah lagi. Bisa kita bayangkan bagaimana siswa mendengarkan ceramah guru yang gurunya sendiri sedang dalam kebingungan. Hal ini juga yang membuat banyak peserta didik yang membenci pelajaran kimia. Membenci pelajaran kimia dengan alasan yang bermacam-macam. Ada yang mengatakan benci kimia karena guru kimia galak, pemarah dan tidak bisa menjelaskan. Ada pula alasan pembelajaran kimia itu sangat rumit, banyak rumusnya dan  siswa tidak tau tujuan dari belajar kimia itu apa.
Menurut Arifin, dalam Rumansyah dan Irhasyuna (2001) kesulitan siswa dalam mempelajari ilmu kimia dapat bersumber dari   :
1.      Kesulitan dalam memahami istilah
Kesulitan ini timbul karena siswa hanya menghapal istilah dan tidak memahami maksud dari istilah yang sering dipergunakan dalam pembelajaran kimia.
2.      Kesulitan dalam memahami konsep kimia
Kebanyakan kosep-konsep dalam ilmu kimia maupun materi kimia secara keseluruhan merupakan konsep atau materi yang bersifat abstrak dan kompleks, sehingga siswa dituntut untuk memahami konsep tersebut secara benar dan mendalam.
3.      Kesulitan angka
Dalam mempelajari kimia tidak lepas dari perhitungan matematis, dimana siswa dituntut trampil dalam menerapkan rumus atau operasi matematika. Namun sering dijumpai siswa tidak memahami rumus tersebut.
Belajar tidak senantiasa berhasil, akan tetapi sering kali ada hal-hal yang bisa menghambat kemajuan belajar. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar dikarenakan metode mengajar yang tidak sesuai, penekanan kurikulum yang tidak cocok atau bahkan pembelajaran yang kompleks.
Keprihatinan persoalan pembelajaran kimia tidak hanya itu saja. Seperti yang kita ketahui pelajaran kimia memiliki banyak konsep abstrak yang harus dipahami dan tingkat kesulitan pelajaran kimia selalu meningkat.Tetapi pelajaran kimia disekolah  waktunya sangat dibatasi. Padahal jika kita tinjau dari konsep-konsep kimia. Waktu/ jam pertemuan kimia harusnya ditambah lagi. Kimia bukan hanya sekedar menghafal, memahami atau menghitung, tetapi banyak penalaran dan ilustrasi-ilustrasi yang  diterapkan sambil belajar kimia. Selain masalah waktu yang dibatasi, keprihatinan persoalan pembelajaran kimia juga trjadi pada penerapan kurikulum. Kurikulum yang selalu berubah-ubah malah meningkatkan mis konsepsi pemahaman kimia. Kurikulum KTSP menuntut peran guru yang menjadi  sumber informasi dan pengetahuan ketika proses belajar mengajar berlangsung. Banyak kekurangan dan kelebihan dari  KTSP yang diterapkan pada pembelajaran kimia. Ketika guru dituntut menjadi pusat informasi, guru beranggapan bahwa model ceramah adalah model yang paling tepat untuk diterapkan. Padahal sebaiknya guru juga harus menugaskan peserta didik untuk menggali informasi yang nantinya bisa dibandingkan dengan penjelasan yang guru sampaikan. Jika penerapan KTSP memiliki banyak kekurangan dan kelebihan, ternyata ketika KURTILAS diterapkan juga masih banyak sekali kekurangan yang menjadi kesulitan belajar bagi siswa.
Lingkungan pembelajaran kimia sebenarnya dapat membantu pembelajaran kimia. Tetapi kita ketahui masih banyak sekali guru yang belum mampu menerapkan hal tersebut. Seandainya jika guru mampu mengajar sambil mengarahkan kepada ilustrasi-ilustrasi dalam kehidupan sehari-hari pastinya peserta didik akan lebih mudahmenerima pelajaran kimia dan menjadi tahu apa yang sebenarnya menjadi fungsi belajar kimia. Lingkungan pembelajaran kimia sudah mendukung tetapi guru belum mampu untuk membawa siswa kedalam ilustrasi yang nantinya memancing minat peserta didik untuk belajar kimia.
Keprihatinan lainnya dapat pula dilihat dari penilaian pembelajaran kimia. Karena banyak peserta didik yang mengalami kesulitan kimia sehingga banyak guru kimia yang terpaksa mengada ada nilai agar peserta didik dapat mencapai KKM. Kita tahu, ketika dilakukan ujian ada seperempat siswa yang tidak lulus pasti yang menjadi pembicaraan utama adalah peserta didik tersebut tidak mampu/ lambat dalam menerima pembelajaran, ada pula yang mengatakan IQ peserta ddik tersebut IQ jongkok. Namun ketika semua peserta didik tidak dapat menjawab maka sudah dapat dipastikan hal ini terjadi karena kesalahan dari guru tersebut. Cara emnagajar yang diterapkan guru malah mempersulit siswa atau guru tersebut menciptakan banyak mis konsepsi. Hal ini jelas akan menjadi masalah besar bagi guru, peserta didik dan pengawas/ kepala seekolah. Pastinya semua harus diselidiki satu persatu hingga kesalahan yang sebenarnya terjadi adalah kesalahan dari guru itu sendiri.
Keprihatinan persoalan pembelajaran kimia apabila ditinjau dari peserta didik dan perbuatannya yaitu kesulitan-kesulitan yang dialami oleh persta didik mengakibatkan peserta didik menjadi malas untuk belajar kimia. Bahkan banyak peserta didik yang jantungan ketika pelajaran kimia akan dimulai. Hal ini terjadi karena guru kimia yang terkenal dengan muka sangar yang jika ditanya marah. Yang tadinya siswa bingung, menjadi semakin bingung setelah belajar kimia. Pengalaman saya sendiri. Guru kimia kami sangat galak dan jika ditanya malah memarahi kami, akhirnya setiap kali masuk kelas kimia banyak teman-teman yang berdoa agar gurunya sakit, gurunya tidak datang bahkan banyak  yang  berdoa agar kecelakaan dijalan. Kesulitan dan kekeliruan yang terjadi mengakibatkan banyak siswa yang sangat merasa tersiksa dan menderita belajar kimia. Bahkan ada peserta didik yang memilih jurusan IPS demi menghindari pelajaran kimia.
            Sangat banyak sekali yang menjadi keprihatinan persoalan pembelajaran kimia. Tetapi yang menjadi faktor utama adalah Guru. Upaya yang dapat kita lakukan untuk mengatasi persoalan pembelajaran kimia yaitu sebagai berikut:
1.      Diadakan Seleksi dan Pendidikan Profesi Guru
Pemerintah harus mengadakan seleksi atau mengadakan pendidikan profesi guru yang mana akan berguna untuk menciptakan guru yang benar-benar mantap untuk mengajar saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Apabila diadakan seleksi guru, maka kemungkinan terjadi mis konsepsi semakin kecil karena guru tersebut sudah melewati tahap seleksi yang benar-benar matang. Dengan diadakan seleksi dan pelatihan-pelatihan untuk guru maka tidak akan ada lagi guru yang dikatakan tidak mampu menjelaskan dikelas, tidak ada lagi guru yang marah jika ditanya dan kekeliruan yang selama ini dialami siswa sehingga menjadi kesulitan berkurang.
2.      Memperhatikan Sumber Belajar
Pendidik berperan lebih sebagai perancang, fasilisator, pengelola, tutor dan mentor. Peranan buku teks pelajaran sebagai sumber belajar berkaitan dengan usaha kecakapan belajar agar mampu belajar sepanjang hayat, maka dianggap perlu menyusun buku teks pelajaran yang baik.
Pada saat ini, isi dalam buku teks pembelajaran kimia msih sering ditemukan konsep sehingga jika peserta didik belajar tanpa bimbingan dapat menglami kesalahan konsep. Dengan demikian, dalam pembalajar kimia sebaiknya menggunakan lebih dari satu sumber belajar atau misalnya menggunakan buku teks berbasis aneka sumber.
3.      Penilaian Hasil  Belajar Real
Artinya guru menilai dengan jujur hasil belajar, tanpa melebihi nilai yang dicapai siswa untuk mencapai KKM. Guru harus terbuka dalam menilai dan jujur, tujuannya agar guru dan peserta didik menjadi tahu sejauh mana pemahaman yang telah mereka capai. Kesalahan atau kegagalan bukan hal yang harus disembunyikan, tetapi hal yang harus diperbiaki.
4.      Memilih metode dan model pembelajaran yang tepat.
Guru harus memperhatikan metode dan model yang cocok untuk diterapkan dalam materi pelajaran tersebut. Kesalahan yang selama ini terjadi karena guru hanya mengajar dengan cara ceramah yang kebenarannya belum pasti dan mengakibatkan peserta didik bosan. Sebelum mengajar guru harus menyiapkan RPP dan LKS yang akan diberikan kepada peserta didik. Pastinya ketika membuat RPP guru harus terlebih dahulu menentukan metode dan model yang digunakan untuk materi  pelajaran tersebut. Misalnya materi Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, pada materi ini sebaikya dilakukan metode eksperimen dan diskusi kelompok sedangkan untuk modelnya sendiri sebaiknya diterapkan model Discovery Lerning dengan tujuan peserta didik memecahkan masalah sendiri dengan eksperimen/praktikum yang akan dilanjutkan dengan diskusi. Dengan melakukan peserta didik dapat menemukan, dengan melakukan peserta didik juga akan lebih mengerti apa yang sudah ia temukan. Oleh karena itu, untuk memperbaiki persoalan pembelajaran kimia dapat dilakukan dengan memilih metode dan model pembelajaran yang akan diterapkan.
5.      Mengevaluasi Kurikulum
Kerangka dasar dan struktur kurikulum serta kurikulum tingkat satuan pendidikan baik hirarki materi pelajaran maupun tatanan materi antar mata pelajaran harus terus mengalami evaluasi dan perubahan untuk menghindari miskonsepsi yang berasal dari kurikulum, dengan kata lain kurikulum harus dinamis karena kurikulum yang statis tidak mampu menata hirarki pendidikan kimia di SMP maupun di SMA.
6.      Peserta didik harus diberi tantangan
Dengan memberikan ilustrasi dan menjelaskan hubungan pelajaran kimia dengan kehidupan sehari-hari merupakan satu usaha memancing rasa ingin tahu peserta didik. Pada usia meranjak dewasa biasanya anak ingin mengetahui segala hal. Jadi kita harus memanfaatkan keadaan ini untuk menerapkan metode discovery learning yang menuntut peserta didik menemukan/ memecahkan masalahnya sendiri. Ketika peserta didik mampu menjawab tantangan tersebut maka peserta didik akan semakin terpancing dan menyukai pelajaran kimia. Karena peserta didik akhirnya mengerti tujuan daari belajar kimia itu sendiri apa. Dan peran guru disini adalah sebagai fasilitator yang akan tetap mengawasi peserta didik untuk memecahkan masalah. Guru juga berperan dalam memberikan penguatan sedikit materi untuk menghindari terjadinya miskonsepsi.